Aug 19 2008

Panjang Umur dengan Antioksidan

Published by at 12:30 pm under myarticle

Sering mendengar istilah “antioksidan”, baik lewat televisi ataupun media cetak? Namun apakah Anda benar-benar mengerti mengenai definisi dari antioksidan, manfaatnya dan bagaimana cara agar tubuh selalu tercukupi kadar antioksidannya.

Antioksidan juga disebut-sebut sangat ampuh dalam menangkal datang atau terbentuknya radikal bebas yang merupakan salah satu pencetus tumbuhnya bibit kanker pada tubuh manusia. Sebenarnya radikal bebas bukan hanya menyebabkan kanker tetapi juga merupakan biang kerok dari berbagai jenis penyakit seperti jantung koroner, penyakit pembuluh darah, dan masih banyak lagi. Ingin tahu lebih jauh lagi mengenai antioksidan dan kaitannya pada radikal bebas, berikut paparan yang akan membantu Anda agar lebih memahami manfaat dari antioksidan, bersama dengan Alison Stuebe, M.D.

Definisi dari Antioksidan

Antioksidan adalah suatu sistem pertahanan dalam tubuh yang berguna untuk menangkal kerusakan sel tubuh yang disebabkan oleh radikal bebas. Lalu, radikal bebas sendiri merupakan hasil dari suatu proses oksidasi normal di dalam sel. Meskipun radikal bebas itu memiliki banyak efek buruk terhadap tubuh, ia juga memiliki salah satu manfaat yang pastinya dicintai oleh para wanita yaitu adalah membunuh kalori. Sebenarnya, apabila radikal bebas yang terbentuk dalam tubuh memiliki jumlah yang sama dengan kadar antioksidan alamiah (antioksidan yang memang berasal dari tubuh) yang tersedia tubuh Anda tak akan menyebabkan akibat negatif. Tapi lain cerita jika yang terjadi sebaliknya, yaitu jumlah radikal bebas lebih tinggi dari antioksdan alamiah, saat itulah tubuh memerlukan tambahan antioksidan dari luar yaitu dari bahan makanan tertentu, suplemen misalnya.

“Sebenarnya jika asupan makanan yang Anda santap berjumlah cukup dan bervariasi jenisnya. Anda tak memerlukan tambahan suplemen antioksidan. Tetapi jika Anda tak yakin, maka mengonsumsi suplemen tersebut merupakan pilihan yang bijaksana” ujar Alison Stuebe, M.D

Suplemen antioksidan itu sendiri mengandung vitamin A, E, C, zinc juga mineral serta magnesium dan copper, lalu terkandung juga karoteneid dan flavonoid.

Bagaimana Terbentuknya Radikal Bebas

Jika Anda bingung tentang bagaimana terbentuknya radikal bebas di dalam tubuh Anda, berikut jabaran Alison Stuebe, M.D. Menurut Stuebe, radikal dapat tumbuh kembang dalam tubuh seseorang bisa dikarenakan stres yang berlebihan, polusi udara yang datang dari knalpot, asap rokok, proses radiasi seperti paparan sinar matahari berlebihan yang langsung membakar kulit dan sinar X. Dan Anda juga mesti waspada saat akan membeli bahan makanan kaleng yang diawetkan karena adanya logam berat, seperti merkuri dan kadminium yang kadang terkandung dalam makanan juga merupakan sumber lain dari terbentuknya radikal bebas. Lalu, hindari makanan yang tinggi lemak sebab makana jenis ini juga berpotensi untuk terjadinya radikal bebas.

Kapan sih waktu yang tepat untuk mengonsumsi antioksidan? Jawabannya adalah saat Anda sedang didera oleh stres yang tinggi, kulit sering kontak langsung dengan sinar matahari atau sinar X di luar batas normal, dan sering menghabiskan waktu di jalan sehingga otomatis tubuh tidak jarang terkontaminasi dengan asap knalpot, polusi udara dan asap rokok, terlebih lagi pola makan yang tidak teratur, bila sering mengalami kondisi seperti tersebut di atas, jangan banyak alasan lagi, Anda harus rajin menyantap makanan yang tinggi kandungan antioksidannya.

Olahraga menyebabkan timbulnya radikal bebas? Membaca hal ini Anda mungkin akan mengerutkan kening. Ya, memang ironis. Olahraga itu sebenarnya baik. Namun, perlu Anda ketahui, selama melakukan latihan olahraga, secara normal tubuh akan membentuk lebih banyak radikal bebas. “Bila Anda lihat, banyak atlet yang di masa tuanya mengidap penyakit jantung koroner, padahal mereka sendiri memiliki gaya hidup yang sehat. Hal iut mungkin disebabkan kurangnya perlindungan antioksidan terhadap radikal bebas yang terbentuk, yang pada akhirnya merusak tubuh” jelas Stuebe, M.D. Karenanya, meski olahraga itu memang baik, Anda harus tahu bagaimana menangkalnya agar tidak berefek buruk. Caranya adalah dengan memberi asupan antioksidan tambahan.

Ada beberapa sumber antioksidan dalam makanan yang bisa Anda santap secara rutin. Antioksidan paling banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran. “Vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan yang asam rasanya. Sedangkan vitamin A banyak terkandung dalam buah-buahan yang berwarna kuning, oranye atau sayuran berwarna hijau tua, sementara vitamin E pada biji-bijian dan kecambah” sambung Stuebe. Namun, karena vitamin A dan E sifatnya larut lemak, ada baiknya Anda memerhatikan batasannya bila dikonsumsi dalam bentuk suplemen. Pasalnya, konsumsi vitamin A dan E secara berlebihan akan bisa berefek toksik terhadap tubuh. Namun, selama kita mengonsumsinya dalam bentuk makanan, vitamin tersebut aman.

Cerdas Memilah Makanan

Agar bisa mencapai kadar antioksidan yang cukup hanya dengan lewat asupan makanan, yang harus Anda lakukan adalah menyantap minimal lima sampai enam variasi makanan dan buah setiap harinya. Mulai dari jambu, jeruk, semangka, pisang, salak juga anggur. Agar tidak bosan, variasikan buah-buahan tersebut atau bisa juga dengan dijus, apabila Anda sudah mampu mempertahankan pola makan yang seperti itu dan teratur dalam asupan jumlah antioksidan yang memadai maka semestinya kadar antioksidan untuk tubuh sudah cukup. Bila sulit untuk Anda dalam merubah pola makan menjadi lebih teratur dan sehat, cara paling praktis adalah rajin mengonsumsi suplemen antioksidan.

Memilih suplemen antioksidan sendiri sebenarnya susah-susah gampang. Jika Anda mengonsumsi multivitamin, maka biasanya kandungan antioksidannya tidak cukup memadai. Namun, jika memilih suplemen antioksidan, yang menekankan pada vitamin dan mineral tertentu., maka jumlah antioksidan yang diperlukan umumnya sudah mencukupi kebutuhan tubuh akan antioksidan. Jika Anda terpikir untuk mengonsumsi multivitamin sekaligus suplemen antioksidan, ada baiknya Anda hitung dulu kandungannya dan sesuaikan dengan batasan yang diberikan. Agar lebih amannya lagi, berkonsultasilah dulu kepada dokter ahli gizi agar tidak salah langkah.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan asupan antioksidan yang cukup, Anda pun bisa terhindar dari berbagai penyakit yang bersifat kronis. Mulai dari penyakit yang berkaitan dengan ketuaan (aging), penyakit kanker, penyakit pembuluh darah seperti penyakit jantung koroner juga penyaki degeneratif seperti Dementia, Parkinson, dan Alzheimer. Penyakit ketuaan seperti ini sekarang tak hanya terjadi pada orang tua, tetapi juga pada orang-orang muda. Jadi, agar Anda terhindar dari berbagai macam jenis penyakit yang menciutkan nyali tersebut, mulailah dari sekarang untuk memerhatikan asupan antioksidan Anda sejak kini.

Sumber-Sumber Terpercaya Antioksidan

Vitamin C

Vitamin C adalah vitamin yang mudah larut dalam air, yang amat berguna dalam membentuk daya tahan tubuh.

Vitamin E

Vitamin yang bersifat larut lemak dan tersimpan di dalam hati dan jaringan lainnya. Vitamin E memiliki banyak manfaat, mulai dari memperlambat penuaan hingga memulihkan kulit yang terbakar sinar matahari.

Selenium

Mineral yang satu ini membantu melawan kerusakan pada sel serta melindungi tubuh dari ancaman kanker.

Beta Kroten

Sering disebut juga pro vitamin A. memiliki fungsi yang sama seperti vitamin A.

Bisa Dimakan Bisa Diminum

Flavonoid adalah salah satu golongan antioksidan yang bisa membantu mencegah radikal bebas. Zat ini terkandung dalam beberapa jenis minuman dan makanan tertentu Flavonoid sendiri baru akan bertindak sebagai antioksidan bila Anda mengonsumsinya dalam porsi yang cukup banyak (kecuali bisa berbentuk abstrak), berikut ini porsi yang dianjurkan:

Kopi: porsi yang dianjurkan 1 cangkir sehari

Anggur merah: porsi yang dianjurkan 2 sloki sehari

Cokelat: Porsi yang di anjurkan 1- 1 ½ batang sehari

Teh Hijau: porsi yang dianjurkan 5-7 cangkir sehari

Sumber :
http://www.hersmagz.com/health_fitness/health_tips_article/panjang_umur_dengan_antioksidan

One response so far

One Response to “Panjang Umur dengan Antioksidan”

  1. Prayitna Kuswidiantaon 19 Aug 2008 at 12:34 pm

    Ada nggak anti oksidan yang berupa sayuran ?

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply